Apa itu Enzim?
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Molekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter.
Enzim telah memainkan peran penting dalam banyak aspek kehidupan sejak dahulu. Bahkan keberadaan enzim sangat penting dalam kehidupan manusia. Peradaban telah menggunakan enzim selama ribuan tahun tanpa memahami apa yang enzim atau bagaimana enzim bekerja. Selama beberapa generasi terakhir, ilmu pengetahuan telah membuka beberapa misteri tentang enzim dan telah menerapkan teknologi ini untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik menggunakan zat-zat yang menakjubkan dalam jumlah yang terus tumbuh dalam aplikasinya.
Enzim memainkan peran penting dalam mengatur tubuh kita, mencerna makanan dan mengubahnya menjadi energi dan merupakan dasar dari setiap reaksi biokimia dalam tubuh manusia.
Enzim juga adalah instrumental dalam memproduksi makanan yang kita makan, pakaian yang kita kenakan, bahkan dalam memproduksi bahan bakar untuk mobil dan permesinan. Enzim bahkan sangat penting dalam mengurangi konsumsi energi dan pencemaran lingkungan.
Kenapa Enzim Penting untuk Ternak?
Teknologi terbukti terkait dengan penggunaan enzim (sepanjang atau kombinasi) tentunya akan membantu peningkatan ekonomi kecernaan pakan untuk mencapai potensi genetik ternak.
Terlepas dari variasi dalam hasil mutlak, harus diakui bahwa kemungkinan menggunakan enzim eksogen dalam diet non-ruminansia telah memberikan gizi dengan alat yang sangat penting untuk meningkatkan kecernaan pakan, untuk moderat pencemaran lingkungan dan mengurangi biaya pakan.
Saat ini lebih dari 3000 enzim telah diidentifikasi. Seperti halnya protein, enzim juga tersusun dari rantai asam amino. Enzim ini akan mempercepat reaksi kimia dengan cara menempel pada substrat dan keseluruhan proses reaksi akan stabil dan menghasilkan kompleks enzim substrat. Dengan bantuan enzim ini, energi yang digunakan untuk menggerakan proses reaksi kimia menjadi lebih kecil. Enzim akan bekerja pada kondisi lingkungan yang tidak mengubah struktur aslinya yaitu yang paling baik pada suhu dan pH menengah.
Alasan utama penggunaan enzim dalam industri makanan ternak adalah untuk memeperbaiki nilai nutrisinya. Semua binatang menggunakan enzim dalam mencerna makanannya, dimana enzim tersebut dihasilkan baik oleh biantang itu sendiri maupun oleh mikroorganisme yang ada pada alat pencernaannya. Namun demikian proses pencernaan tidak mencapai 100 % dari bahan makanan yang dicerna, karena itu perlu ada suplemen enzim pada pakan untuk meningkatkan efisiensi pencernaannya.
Di dalam sistem produksi peternakan, pakan ternak menempati komponen biaya yang paling besar karena itu keuntungan peternakan akan tergantung dari biaya reltif dan biaya nilai nutrisi pada makanan. Ada empat alasan utama untuk menggunakan enzim dalam industri pakan ternak (Bedford dan Partridge, 2001) yaitu:
Untuk memecah faktor anti-nutrisi yang terdapat di dalam pakan ternak yang kebanyakan dari senyawa-senyawa tidak mudah dicerna oleh enzim yang terdapat dalam ternak, sehingga dapat mengganggu pencernaan normal.
Enzim-enzim dalam NATURA Enzim Ternak sangat bermanfaat :
- Untuk meningkatkan ketersediaan pati, protein dan garam mineral yang terdapat pada dinding sel yang kaya serat, karena itu tidak mudah dicerna oleh enzim pencernaan sendiri atau terikat dalam ikatan kimia, sehingga ternak tidak mampu mencerna (contoh: pospor dalam asam pitat)
- Untuk merombak ikatan kimia khusus dalam bahan mentah yang biasanya tidak dapat dirombak oleh enzim ternak itu sendiri.
- Sebagai suplemen enzim yang diproduksi oleh ternak muda yang mana sistem pencernaannya belum sempurna sehingga enzim endogeneous kemungkinan belum mencukupi.
Mengapa Menggunakan NATURA ENZIM TERNAK sebagai suplement pada ternak?
NATURA Enzim Ternak dari NATURA BioResearch telah terbukti dapat meminimalkan populasi bakteri Clostridium perfringens yang merupakan penyebab penyakit necrotic enteritis. Hal ini karena produk ini mampu meminimalkan suplai nitrogen untuk bakteri tersebut karena adanya enzim protease pada produk NATURA Enzim Ternak. Keberadaan enzim yang dapat menghancurkan substansi yang viscous dan cenderung menyerap air seperti pentosan dan beta glukan melalui enzim pentosanase dan beta glukanase akan menyebabkan kemampuan substansi tersebut menyerap dan mengikat air menjadi berkurang. Kondisi ini akan menyebabkan kotoran yang diproduksi lebih kering tidak terlalu basah (wet dropping).
Pada prinsipnya penambahan enzim dalam pakan bertujuan untuk menyingkirkan faktor anti nutrisi yang lazim terdapat dalam bahan baku asal tanaman. Peranan anti nutrisi dalam bentuk menghambat pencernaan nutrisi yang mengarah pada menurunnya enerji metabolis bahan, pertumbuhan yang rendah, konversi pakan yang buruk, kotoran basah yang menghasilkan telur-telur yang kotor dan masalah litter. Tujuan lain adalah untuk me
ningkatkan daya cerna bahan, membuat nutrisi-nutrisi tertentu secara biologis lebih tersedia, dan mengurangi dampak pencemaran yang ditimbulkan oleh kotoran unggas (ayam). Enzime phytase banyak dikenal dapat menghilangkan pengaruh anti nutrisi asam phitat. Penggunaan enzime phytase (dikembangkan dari Aspergillus niger) dalam pakan akan mengurangi keharusan penambahan sumber-sumber fosfor anorganik mengingat fosfor asal bahan baku tumbuhan terikat dalam asam phitat yang mengurangi ketersediaannya dalam pakan. Padahal suplementasi fosfor anorganik misalnya mengandalkan di calcium phosphate maupun mono calcium phosphate relatif mahal belakangan ini. Di samping itu, fosfor yang terikat dalam asam phitat yang tidak bisa dicerna sempurna oleh sistem pencernaan hewan monogastrik akan ikut dalam feses dan menjadi sumber polutan yang berpotensi mencemari tanah. Fosfor adalah tidak terurai dalam tanah sehingga dalam jangka panjang, pembuangan feses dengan kandungan fosfor tinggi akan menimbulkan masalah bagi tanah (****)