
Bapak Tedy Wijaya. Petani Jaboticaba. Cikole, Lembang
Saya sangat hobi berkebun dan menanam tanaman-tanaman unik dan langka. Salah satu kebun saya menanam tanaman khas dari Brazil, yaitu Jabotikaba atau dikenal dengan Anggur Brazil.
Tanaman Jabotikaba ini saya tanam dari bakalan batang yang sudah besar dan rata-rata berumur 5 – 8 tahun. Setelah saya tanam di kebun saya, tanaman ini belum pernah berbuah. Padahal umur tanaman ini di kebun saya sudah ada yang 2 – 3 tahun. Mestinya setelah 1 – 2 tahun ditanam, Jabotikaba sudah mulai belajar berbunga dan berbuah.
Akhirnya saya dikenalkan dengan seorang peneliti di ITB, Bapak Kabelan Kunia yang menyarankan menggunakan kompos dan pupuk hayati NATURA. Hasilnya sangat mengagetkan saya, karena setelah 3 bulan saya mencoba pupuk ini, tanaman jaboticaba saya mulai berbunga. Saya sangat tidak sabar menunggu menjadi buah. Sampai akhirnya bunga Jaboticaba sebagian besar menjadi buah yang cantik, besar dan eksotik sekali. Ketika dimakan, ah… luar biasa, rasanya sangat manis dan khas sekali. Tidaklah heran kalau buah Jaboticaba sering disebut dengan buah 7 rasa. Sensasi rasa yang dihasilkannya sangat menggiurkan. Konon ada 7 jenis rasa buah yang lidah kita rasakan saat menikmati buah bulat hitam nan menawan ini

Tanaman Jabotikaba setelah aplikasi NATURA. Berbuah lebat (Majalah Trubus)
Alhasil, karena pupuk NATURA ini, sedikitnya sudah 2 kali wartawan Majalah TRUBUS meliput dan memuat profil kebun Jabotikba saya ini. Terima kasih NATURA sudah membuat Jabotikaba saya berbuah dan tanaman serta kebun saya menjadi lebih terkenal karena sudah pernah masuk Majalah TRUBUS (Edisi Januari 2010).