
Petani Tembakau di Leles, Kabupaten Garut
Leles – GARUT. Tembakau rakyat (Nicotiana tabacum Linn.) merupakan salah satu tanaman semusim yang mempunyai kaitan erat dengan perkembangan industri rokok di Indonesia. Hasil produksi tembakau rakyat merupakan bahan baku industri rokok kretek dan rokok putih (sigaret). Dari industri rokok ini tembakau memberikan sumbangan yang sangat besar bagi devisa negara. Sumbangan untuk devisa negara sebesar Rp 3 trilyun pada tahun 1995 berasal dari cukai rokok.
Aplikasi Pupuk Hayati Unggul NATURA pada tanaman Tembakau di Leles, Garut sudah dilakukan di beberapa kelompok tani Tembakau. Pemberian NATURA secara rutin dan teratur, membeikan respon positif terhadap pertumbuhan tanaman Tembakau. Indikator yang dapat diamati dilihat dari tinggi tanaman, lebar dan tebal daun serta peningkatan serapan N pada tembakau.
Pupuk hayati NATURA lebih efektif meningkatkan pertumbuhan, hasil dan mutu Tembakau Leles, serta meningkatkan serapan hara N dan P bagi tanaman Tembakau. Dosis pupuk NATURA sebanyak 10 botol/ ha sudah cukup untuk menghasilkan produksi tinggi, yaitu 6.533 kg daun basah/ hektar atau setara 865 kg rajangan kering/ hektar, indeks mutu dan indeks tanaman yang tertinggi, sebesar 53,88 dan 58,82.
Hasil ini sudah barang tentu meningkatkan semangat petani Tembakau di Leles, Garut. Peningkatan poduksi yang diiringi dengan penghematan biaya produksi sudah dipastikan semakin memicu mereka untuk lebih giat membudidayakan tanaman Tembakau untuk hasil yang lebih baik. Harapan mereka adalah harapan NATURA juga untuk makin dimiliki oleh petani di Indonesia, sehingga petani bisa lebih sejahtera dengan pertanian Organik, Amin (*Kabelan Kunia)

Pertumbuhan yang pesat tanaman Tembakau setelah aplikasi NATURA