Bapak Ana, peternak Ayam Broiler di Padalarang yang sudah mengaplikasikan Enzim

Tren penggunaan enzim pada pakan unggas di dunia terus meningkat, termasuk Indonesia. Biokatalis yang mempercepat reaksi-reaksi kimia ini, kini dijadikan pilihan pertama dalam mengoptimalkan performa produksi unggas sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Penggunaan enzim seperti phytase pada pakan broiler (ayam pedaging) di Amerika Serikat sekarang mencapai sekitar 95 %. Tingginya penggunaan ini, karena pabrik pakan memahami bagaimana cara kerja dan manfaatnya, yaitu dapat menurunkan biaya pakan karena menurunkan level penggunaan P (fosfor) inorganik. Sekaligus menurunkan ekskresi P pada feses.

Di Indonesia sendiri penggunaan enzim phytase pada pakan layer (ayam petelur) sudah mencapai sekitar 95 %. Enzim jenis lain yang mendegradasi NSP seperti β-mannanase cukup banyak digunakan pada pakan unggas. Suplementasi β-mannanase terbukti mampu meningkatkan utilitas energi pada pakan unggas yang berbasis jagung-kedelai dan berpotensi menurunkan biaya pakan. Ini karena enzim ini dapat menghidrolisa β-mannan yang terkandung dalam tepung kedelai.

NATURA, Multi Enzim
Berkenaan dengan banyaknya manfaat enzim dan kombinasinya dalam pakan, menantang saya untuk mengkombinasikan 7 (tujuh) jenis enzim dari isolat mikroba lokal dalam sebuah produk spektakuler, yaitu NATURA.  Dalam proses penelitian dan ujicoba di lapangan selama kurun waktu lebih dari 5 tahun, saya dan tim sudah melakukan penelitian dan ujicoba langsung ke lapangan terhadap kombinasi 7 enzim ini pada unggas.

Aplikasi NATURA untuk meningkatkan produksi dan menekan kematian Ayam Broiler sudah dilakukan di peternakan binaan Fiesta di Padalarang. Selama ujicoba, NATURA mampu memberikan respon positif pada ternak Ayam Broiler. Tingkat kematian menurun drastis hingga 85% selama masa ujicoba, utamanya pada anak Ayam usia 1 – 15 hari.

“Alhamdulillah, pertumbuhan DOC melaju pesat dengan kematian yang rendah, hanya kurang dari 1%. Bobot ayam 1 kg tercapai lebih cepat dari biasanya (kontrol), paling tidak 2 – 3 hari lebih cepat. Kondisi kandang lebih bersih, karena kotoran ayam tidak becek (lembek) dan tidak berbau seperti selama ini”. Jelas Bapak Ana setelah lebih dari 25 hari menggunakan NATURA pada ayamnya dengan populasi mencapai 20.000 ekor di padalarang baru-baru ini (*Kabelan Kunia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *