Panen perdana Padi menggunakan Pupuk Hayati di Blater – Purbalingga

BLATER. Upaya meningkatkan produksi padi Indonesia terus dilakukan dalam upaya untuk mencapai swasembada beras. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi laju peningkatan kebutuhan beras yang diperkirakan mencapai 41,5 juta ton atau 65,9 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2025.

Panen padi perdana dengan uji coba pupuk hayati unggul NATURA di Blater, Kabupaten Purbalinggang, mulai memperlihatkan hasilnya. Penggunaan pupuk NATURA tanpa penggunaan pupuk kimia ternyata mampu meningkatkan hasil produksi dari 5 ton menjadi 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektar.

Penggunaan pupuk hayati unggul NATURA secara rutin dan teratur sesuai petunjuk, akan mampu meningkatkan kesuburan tanah yang pada akhirnya meningkatkan produksi padi hingga lebih dari 8 ton/ hektar GKG.

Sentuhan pupuk hayati berbahan dasar mikroba lokal unggul ini juga dapat mengurangi penggunaan pupuk urea hingga 50 – 100 persen, sehingga petani dapat sedikit melepaskan ketergantungan penggunaan pupuk kimia. Pupuk hayati NATURA yang diproduksi oleh PT. BelaNi NATURA Bioriset mulai dikembangkan sejak tahun 2003. Dari hasil riset dan pengembangannya secara serius dan berkelanjutan oleh Bapak Kabelan Kunia, pupuk hayati NATURA dapat dijadikan andalan petani guna meningkatkan produktivitas hasil budidaya pertanian secara mandiri, tanpa ketergantungan kepada pupuk kimia seperti pupuk urea dan NPK.

Menurut Belan, selaku Direktur Utama PT. BelaNi NATURA Bioriset, uji coba ini dilakukan sejak tahun 2005. Uji coba dilakukan di beberapa wilayah di seluruh Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Bali. Hanya dalam waktu 90 hari penanaman, hasil produksinya diperkirakan mencapai tidak kurang 8 ton per hektar.

Dalam metode SRI – NATURA bukan saja tingkat produktivitas padi yang tinggi dapat dicapai tetapi juga meningkatkan struktur dan kondisi lahan sawah serta membaiknya lingkungan hidup biotik di persawahan.

Melalui penerapan metode SRI – NATURA kita dapat melakukan perubahan untuk peningkatan produksi padi yang lebih tinggi, lebih baik mutunya, lebih sehat dan berkesinambungan, semoga. (*Kabelan Kunia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *