
Bapak Sumo. Petani Cabe dan Kelapa Sawit di Bukit Tinggi, Jambi
Awalnya saya mencoba menanam cabe rawit di antara tanaman Kelapa Sawit yang belum tinggi. Saya menggunakan pupuk kimia sisa dari pemupukan Kelapa Sawit. Setelah panen beberapa kali, akhirnya tanaman cabe saya biarkan begitu saja, tidak diurus lagi. Lama kelamaan tanaman cabe jadi mulai menurun kualitasnya dan ada yang mulai kering dan mati.
“Setelah beberapa lama saya iseng menyemprotkan Pupuk Hayati NATURA yang saya dapatkan dari pemilik lahan di Jambi. Baru dua kali penyemprotan, saya sangat terkejut dengan batang cabe saya yang tadinya mulai mati, menjadi bertunas dan berbuah kembali. Buahnya juga sangat lebat dan besar”. Jelas pa Sume dengan semangat.

Buah Cabe Rawit sangat lebat setelah penyemprotan NATURA
Kemudian lanjutnya antusias, “Selama ini setiap ada produk pupuk pertanian baru, saya selalu ditawari untuk menggunakan bahkan sering diberi cuma-cuma oleh produsen pupuk dan Dinas Pertanian. Setelah saya coba, hasilnya tidak meyakinkan, dan hasil di kebun saya tidak meningkat. Namun, baru kali ini saya mengalami pengalaman yang menakjubkan, Luar biasa !!!”